Dugaan Keracunan Makanan Program MBG di Malang, Belasan Siswa Terdampak

    Dugaan Keracunan Makanan Program MBG di Malang, Belasan Siswa Terdampak

    MALANG - Kabar kurang sedap menyelimuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang. Belasan pelajar di sebuah madrasah ibtida'iyah dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (11/2/2026). Peristiwa ini sontak menjadi perhatian publik setelah unggahan di media sosial viral, mengindikasikan adanya siswa yang diduga keracunan program bergengsi tersebut di Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Malang.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelajar mengeluhkan serangkaian gejala yang mengkhawatirkan, mulai dari mual, muntah, sakit perut, hingga pusing. Keluhan ini muncul tak lama setelah mereka menyantap menu makan siang yang disediakan oleh pihak SPPG Randuagung.

    Kejadian ini berawal dari permintaan pihak sekolah agar pengiriman makanan dilakukan lebih awal, yakni pukul 06.45 WIB. Harapannya, makanan tersebut dapat dikonsumsi sebagai sarapan. Namun, ironisnya, makanan tersebut baru dibagikan dan dikonsumsi oleh para siswa sekitar pukul 08.45 WIB. Selang beberapa waktu setelah menyantap hidangan tersebut, sejumlah siswa kelas VB mulai merasakan ketidaknyamanan pada perut dan mual.

    Situasi memburuk ketika dua siswa harus segera dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis. Tak berselang lama, lima siswa lainnya menyusul, diantar oleh guru pendamping yang sigap.

    Dari total tujuh siswa yang sempat mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas, enam di antaranya akhirnya diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka berangsur membaik. Namun, satu siswa berinisial HM harus menjalani perawatan inap di rumah sakit. Kondisi HM memerlukan penanganan lebih lanjut karena memiliki riwayat penyakit penyerta serta suhu tubuh yang terus meningkat.

    Berdasarkan keterangan para siswa yang menjadi korban, menu yang paling dicurigai sebagai pemicu adalah tempe sambal ijo dan tumis baby buncis tauco. Kedua menu ini dilaporkan mengalami perubahan rasa dan aroma yang tidak biasa saat dikonsumsi, menimbulkan kecurigaan akan adanya masalah dalam pengolahan atau penyimpanan.

    Dugaan sementara mengarah pada paparan bakteri yang mungkin terjadi akibat jeda waktu distribusi yang terlalu lama saat makanan berada di suhu ruang. Meskipun total penerima manfaat program MBG di sekolah tersebut mencapai 494 siswa, kasus ini dilaporkan hanya menimpa sejumlah siswa dalam satu kelas yang sama, menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai sumber kontaminasi. (PERS)

    mbg malang keracunanmakanan pendidikan kesehatan beritamalang gizianak
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Polres Malang Panen Raya Jagung, Hasil 8...

    Artikel Berikutnya

    Polres Malang Bongkar Arena Sabung Ayam...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Rp268 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis, Ini Skema Detail Anggarannya!
    Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danskadron Udara 11
    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
    Kekayaan Intelektual Jadi Jaminan Kredit Usaha Hingga Rp500 Juta
    Dandim 0811 Tuban Tinjau Awal Lokasi TMMD Ke-128 Tahun 2026 di Wilayah Kecamatan Semanding

    Ikuti Kami